// API callback
related_results_labels_thumbs({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-7255852589276154440"},"updated":{"$t":"2021-03-12T21:47:57.939-08:00"},"category":[{"term":"Linux"},{"term":"Kali Linux"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"BackTrack 6"},{"term":"BackTrack Reborn"},{"term":"Cara Instal Kali Linux"},{"term":"Windows"},{"term":"Apa itu Linux"},{"term":"Apa itu OS Backtrack"},{"term":"Apa itu Swap Area"},{"term":"Backtrack"},{"term":"Dual Boot Kali Linux"},{"term":"Live USB Kali Linux"},{"term":"OS"},{"term":"Perbedaan Linux dengan Windows"},{"term":"Perbedaan windows 32-bit dan 64-bit"}],"title":{"type":"text","$t":"Official Blog Of Zikri Ilham"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.afzik.co.vu\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/7255852589276154440\/posts\/default\/-\/Perbedaan+Linux+dengan+Windows?alt=json-in-script\u0026max-results=8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.afzik.co.vu\/search\/label\/Perbedaan%20Linux%20dengan%20Windows"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"ShozucNut"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/11015023151488004091"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"1"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-7255852589276154440.post-3989274273941538716"},"published":{"$t":"2013-03-15T20:18:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2013-06-17T03:28:43.152-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Linux"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perbedaan Linux dengan Windows"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Windows"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Perbedaan Linux dengan Windows"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003E\u003Cimg alt=\"linux.jpg\" src=\"http:\/\/shozucnut.mywapblog.com\/files\/linux.jpg\" \/\u003E\u003Cimg alt=\"windowslogo.jpg\" src=\"http:\/\/shozucnut.mywapblog.com\/files\/windowslogo.jpg\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EMeskipun  memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya  Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk  memperbandingkan keduanya……. Linux dan Windows: Pandangan Pengguna  Komputer\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ca name='more'\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E  \u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003E1 Pendahuluan\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EMeskipun  memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya  Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk  memperbandingkan keduanya. Perbedaan pokok ada pada posisi titik awal  perkembangannya. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala  persoalan multi tasking dan multi usernya. Windows berkembang dari dunia  komputer mikro yang serba personal. Dengan kata lain, Linux dirancang  dengan karakteristik server sementara Windows dirancang sebagai sistem  operasi untuk komputer personal.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EDalam  perkembangannya, di satu pihak Windows menyatu dengan garis produksi  server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak,  masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk  meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation  pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface  grafis di Linux, kita mulai bisa melihat kesetaraan Windows dan Linux  yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EPopulernya  produk Cygwin (salah satu platform terkemuka untuk porting sistem  berbasis Linux ke Windows) membuktikan adanya “kekurangan” pada system  Windows dilihat dari kacamata pengguna Linux. Sementara itu pengguna  Windows melihat tidak adanya Microsoft Office sebagai salah satu  kekurangan dari Linux. Dokumen singkat ini dibuat berdasarkan pengalaman  pribadi penulis dalam penggunaan komputer dengan sistem operasi Windows  dan Linux. Alur tulisan dimulai dengan memperbandingkan sistem operasi  diikuti dengan program-program aplikasi yang pernah digunakan penulis.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E2 Sistem Operasi Linux dan Windows\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EDalam  memperbandingkan kedua sistem operasi ini, sering terjadi kerancuan  pada aspek yang diperbandingkan antara sistem operasi dengan  aplikasi-aplikasinya. Sebagai contoh, paket sistem Windows hanya memuat  program aplikasi minimal: game soliter, window\/internet explorer,  utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file  dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write. Di dalam paket  sistem Linux biasa, kita bisa menemui hampir semua program aplikasi  Linux yang ada di dunia ini. Dengan demikian, instalasi suatu paket  Linux (SuSE, RedHat, Mandrake, Debian, atau Slackware) bisa disetarakan  dengan instalasi Windows, Office, Corel Draw, Adobe Photoshop, Visual  Basic, Microsoft C++, SPSS, MSSQL sekaligus dalam hal kelengkapan  program-program aplikasinya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E2.1 Pengoperasian Server vs Personal\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003ESebagai  sistem operasi server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan  dalam pengoperasiannya. Sebagai sistem operasi personal workstation,  Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk  menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan  komputer itu. Pencegahan “memory leak” di Linux mendapat porsi pehatian  yang lebih besar dibanding pada Windows. Artinya, ketersediaan porsi  memori yang bisa digunakan boleh berkurang pada Windows karena toh dalam  waktu tidak lama sistem akan dijalankan mulai dari awal lagi.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E2.2 Proteksi Sistem\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EKarena  sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem  proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam  perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti  nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem. Sistem  Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang.  Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang  terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya.  Pengguna Windows akan merasa sangat terbatasi apabila dihadapkan pada  sistem Linux sebagai user biasa.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003ELogin  bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login  prompt, kita bisa dapatkan hak akses segalanya. Pada sistem Linux (dan  Windows NT\/2000\/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses  pengguna. Karena itu akan banyak kita temui pengguna Linux yang bekerja  dengan user root (nama super user di dunia Unix).\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E2.3 Manajemen Proses\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EApabila  kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows  akan terlihat sejumlah proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari  10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar proses-proses  tersebut. Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat  keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses sedang berjalan; mereka yang  tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenali sebagian besar  dari proses-proses tersebut.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E3 Aplikasi\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EUntuk  menentukan pilihan sistem operasi, kita harus punya rencana penggunaan  sistem tersebut. Jika komputer direncanakan akan digunakan untuk  menjalankan game-game tertentu, Windows tentulah pilihan yang tidak bisa  dihindari karena game-game itu bisa saja menpersyaratkan sistem operasi  Windows untuk bisa jalan. Jika komputer akan kita gunakan untuk  membantu pekerjaan maka ketersediaan program aplikasi harus penjadi  pertimbangan utama, bukan sistem operasinya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E3.1 Aplikasi Perkantoran\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EMicrosoft  mengelompokkan program-program aplikasi perkantoran dalam satu paket  yang dikenal dengan merek dagang Office. Program-program tersebut  adalah: Word (penyusun naskah dokumen), Exel (spreadsheet, pengolah  tabel), dan PowerPoint (penyusun presentasi). Sepengetahuan penulis,  Office hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows (sangat boleh  jadi ada pula versi yang bisa jalan di MacOS).\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EUntuk  melakukan tugas yang biasa dikerjakan dengan Office, di Linux tersedia  OpenOffice. Pilihan saat ini harus dibuat sebagaimana pilihan pernah  dibuat pada saat pengguna dihadapkan pada program aplikasi WordStar (WS)  dan WordPerfect (WP). Jawabanya sudah kita amati: pengguna WS enggan  menggunakan WP sebaliknya mereka yang sudah terbiasa dengan WP enggan  menggunakan WS. Di Indonesia, pengguna OpenOffice belum banyak sehingga  kalaulah tidak ada pertimbangan lain, orang akan tetap setia dengan  Office meskipun tawaran fitur OpenOffice tidak kalah dengan Office.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E3.2 Aplikasi Pengembangan Sistem\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EAda  kecenderungan pengambangan sistem aplikasi komputer saat ini diarahkan  untuk bisa dijalankan dengan user interface berbasis web. Karena sifat  aplikasi berbasis web lebih berat di server, maka Linux unggul terlebih  dahulu dalam bidang ini. Site www.opensource.org mengungkapkan bahwa  Apache dijalankan lebih dari 50% web siste didunia. Program-program  aplikasi berbasis web banyak dijalankan dengan Perl dan BIND dan  sendmail merupakan program servis internet paling banyak dominan  didunia. Namun demikian, Apache, Perl, BIND, dan sendmail meskipun erat  hubungannya dengan Linux, terutama dalam hal sesama produk opensource,  tidak harus berjalan di Linux. Program-program itu sekarang pun juga  banyak dijalankan orang di Windows.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EUntuk  pemrograman masalah-masalah sains, penulis menemui kebanyakan pengguna  Windows tidak berkeberatan untuk bekerja dengan Linux. Pada umumnya  mereka menggunakan kompiler Pascal dan Fortran yang justru akan terasa  lebih natural apa bila dijalankan di Linux. Kebanyakan pengguna  program-program Pascal\/Fortran merasa nyaman di Linux karena terbebas  dari permasalahan keterbasaran memori dsb.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E3.3 Aplikasi Disain Grafis\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EAdobe  Photoshop dan Corel Draw adalah dua program aplikasi untuk membantu  disain grafis yang dapat kita temui di hampir semua rumah produksi  grafis di Indonesia. Kedua program aplikasi tersebut dirancang untuk  jalan di Windows. Corel bereksperimen dengan mengeluarkan produk Linux  namun akhir-akhir ini tidak lagi mendukung proyel Corel Linux tersebut.  Di Linux, kita bisa Gimp dan Kontour untuk melakukan kerja disain  grafis. Persoalannya sama dengan Office, pilihan penggunaan progam  aplikasi disain grafis akan kembali pada masalah kebiasaan. Mereka yang  sudah terbiasa menggunakan Photoshop atau Corel Draw tidak akan begitu  saja mau menggunakan Gimp dan Kontour, seberapapun keunggulan kedua  produk “baru” tersebut, apa bila tidak ada hal lain yang memaksa.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E3.4 Aplikasi Multi Media\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EAplikasi  multi media adalah aplikasi yang paling banyak menuntut penggunaan  peralatan komputer secara penuh. Secara umum, sifat personal dari  Windows lebih cocok untuk menjalankan program-program multimedia  dibanding sifat multiuser dar Linux. Pada dasarnya kita tidak keberatan  dengan tertundanya eksekusi proses komputasi beberapa detik, tetapi  proses multi media (seperti musik dan filem) tidak boleh terputus barang  sedetikpun. Namun demikian, dengan berkembangnya kecepatan hardware,  banyak program aplikasi multi media bisa dijalankan di Linux dengan  kualitas yang dapat diterima.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E3.5 Aplikasi Statistik\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003ESPSS  adalah program yang paling banyak digunakan untuk pengolahan data-data  statistik. Di Linux kita bisa menggunakan R-base untuk melakukan  pekerjaan serupa. Karena R menggunakan sintaks yang sama dengan S-plus  yang jalan di Windows, maka pengguna S tidak akan menemui kesulitan  dalam penggunaan R namun demikian sebagaimana keengganan pengguna SPSS  menggunakan S, mereka enggan pula menggunakan R.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003E4 Hak Atas Kekayaan Intelektual\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EHak  atas kekayaan intelektual sering disebut sebagai masalah utama bagi  Indonesia, dalam hal Sistem Operasi Windows dan kebanyakan  program-program aplikasinya; kepemilikan lisensi merupakan sarat mutlak  untuk penggunannya. Harga lisensi (rata-rata $200 USD) di barat bisa  jadi hanya sekitar 20 % dari gaji bulanan (rata-rata $1000 USD).  Sementara itu dengan gaji Rp. 2juta rupiah, angka $ 200 menyamai  penghasilan bulanan itu sendiri. Linux dan program-program aplikasinya  dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya  untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS'; font-weight: bold;\"\u003E5 Kesimpulan\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EWindows  berkembang menjadi sistem operasi dengan disiplin modern sebagaimana  yang diterpkan NT sehingga menjadi XP seperti yang kita lihat sekarang.  Linux melengkapi dirinya dengan window manager yang semakin cantik untuk  menarik perhatian pengguna komputer personal.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EProgram-program  aplikasi di Linux sudah mencapai taraf matang untuk digunakan  sebagaimana layaknya program-program aplikasi komersial yang biasa ada  di Windows.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EMigrasi  pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi  secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama  penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh  keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih  ke Linux.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: white; color: #333333; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003EKesusesan  Linux di Indonesia meraih perhatian dari pengguna komputer bergantung  pada kesuksesan pihak yang berwajib dalam mengkampanyekan penghormatan  pada hak atas kekayaan intelektual.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch5 style=\"font-weight: normal;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Comic Sans MS';\"\u003Esumber : pravantio.wordpress.com\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/h5\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.afzik.co.vu\/feeds\/3989274273941538716\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.afzik.co.vu\/2013\/03\/apa-perbedaan-linux-dengan-windows.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/7255852589276154440\/posts\/default\/3989274273941538716"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/7255852589276154440\/posts\/default\/3989274273941538716"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.afzik.co.vu\/2013\/03\/apa-perbedaan-linux-dengan-windows.html","title":"Apa Perbedaan Linux dengan Windows"}],"author":[{"name":{"$t":"ShozucNut"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/11015023151488004091"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}}]}});