Apa Itu Swap Area

Mari kita bahas mengenai "Apa itu Swap Area" adapun pengertian Swap adalah : "Ruang pada Hardisk yang
dijadikan ruang virtual memory, yang digunakan ketika komputer membutuhkan lebih banyak memory dan space"


Fungsinya Swap

pada sistem operasi Linux ini adalah apabila memory utama pada komputer kita sudah hampir habis, resource tambahan diambilkan dari memory virtual (Swap) tersebut.

Untuk ukuran Swap pada komputer kita biasanya disesuaikan dengan memory utama kita. Ukuran Swap adalah 2 kali memory utama. Jadi, apabila pada kommputer kita terdapat 512 MB maka disarankan membuat Swap 1 GB dan menurut saya sendiri swap itu cukup paling besar hanya sampai 4GB karena selama ini saya menggunakan OS Backtrack KDE 64-Bit dengan RAM 2GB dan Swap 4GB belum pernah terpakai 1% pun swap area tersebut.

Tetapi jika kita menjalankan aplikasi yang rakus memory maka swap sangat membantu pada performa komputer kita. Seperti editing video, nge-game, image processing dan lain-lain.

Perbedaan windows 32-Bit dan 64-Bit



Berhubungan dengan posting saya sebelumnya mengenai "Apa itu OS Backtrack" dan "Apa Perbedaan Linux dengan Windows” juga "Apa itu Linux" kali ini saya Berbicara mengenai "Perbedaan windows 32-Bit dan 64-Bit", saya sendiri adalah pengguna windows 32-Bit, saya pernah mencoba dengan 64-Bit tapi terasa berat, karena keterbatasan RAM notebook saya yang hanya 2GB, terkecuali OS backtrack saya menggunakan 64-Bit, karena RAM bisa ditambah dengan swap area sebagai RAM sementara, untuk post saya selanjutnya yang membahas "Apa itu Swap Area".


Sekarang ini mari kita bahas "Perbedaan windows 32-Bit dan 64-Bit

Kebanyakan dari kita pasti sudah pernah mendengar istilah 32-bit dan 64-bit, terutama bagi pengguna laptop. Tapi kebanyakan dari pengguna tidak mengerti apa maksud dan kegunaan dari sistem komputerisasi 32-bit atau 64-bit ini. Saat ini Windows 7 sebagai OS teranyar dari Microsoft berhasil mempopulerkan penggunaan sistem 64-bit kepada pengguna rumahan dan otomatis mulai meninggalkan penggunaan komputer 32-bit. Disini akan dijelaskan secara singkat sejarah penggunaan 32-bit dan 64-bit, kelebihan dan kekurangannya.


Sejarah Singkat Komputer 64-bit

Apa yang dimaksud 64-bit? Dalam konteks diskusi tentang komputer pribadi 32-bit dan 64-bit, format XX-bit mengacu pada besarnya register CPU.
Register disini adalah jumlah penyimpanan yang digunakan oleh CPU ketika CPU tersebut menyimpan data. Hal ini diperlukan untuk mempercepat akses data sehingga kinerja dari komputer tetap optimal. Sehingga jika didasarkan pada besarnya register tersebut, CPU dengan register 64-bit dapat memproses data lebih banyak dibandingkan dengan CPU 32-bit yang lebih cepat dari CPU 16-bit dan 8-bit. Semakin banyak ruangan yang tersedia dalam sistem register CPU, maka semakin banyak juga proses yang dapat ditangani, khususnya dalam hal sistem memori. Sebagai contoh, sebuah CPU dengan register 32-bit, akan memmpunyai plafon sebanyak 232 alamat dalam register, sehingga kecepatan akses-nya juga terbatas hanya sampai 4GB RAM. Ini akan kelihatan besar sekali jika kita terapkan di zaman 40 tahun yang lalu, tapi tidak jika diterapkan pada komputer modern seperti sekarang ini.
Meskipun komputer 64-bit tampak baru di dunia teknologi, tapi pada sesungguhnya telah ada semenjak beberapa tahun yang lalu. Komputer pertama yang menggunakan arsitektur 64-bit adalah Cray UNICOS, yang disetting untuk digunakan sebagai superkomputer 64-bit. Komputer 64-bit ini diperkirakan akan ramai menjadi super komputer atau komputer server hingga 15 tahun lagi, dan selama itu, para konsumen secara berangsur-angsur beralih ke komputer 64-bit, padahal pada kenyataannya banyak dari mereka yang sudah menggunakannya. Sebagai contohnya: Nintendo 64 dan PlayStation 2 yang memiliki processor 64-bit.

Di tahun 2000-an, orang-orang dibuat bingung dengan versi 64-bit. Buat apa menggunakan versi 64-bit, sedangkan sedikit sekali driver yang support. Di tahun 2001, kemudian Microsoft merilis Windows XP 64-bit Edition, tapi tetap saja dengan support driver yang terbatas.
Tahun selanjutnya, OS X Panther dan Linux Distributions mulai membuat CPU yang support 64-bit dalam beberapa kapasitas. Selama 5 tahun, Mac OS X belum sepenuhnya bisa support 64-bit dengan merilis OS X Leopard. Kemudian, Microsoft membuat versi support 64-bit dengan Windows Vista-nya, tapi tetap saja, minim sekali driver yang support, sampai akhirnya keluarlah Windows 7 yang dapat mem-populerkan proses komputer 64-bit hingga ke pengguna rumahan.

Apakah komputer kita support 64-bit

Ada beberapa cara untuk mengetahui OS yang dipakai 32-bit atau 64-bit caranya gampang klik kanan Computer pada menu Start Program, kemudian pilih Properties. Langkah tersebut akan mengantarkan kita pada menu System Properties , dan versi OS bisa kita lihat pada System type untuk melihat support apa tidak klik pada "Performance Information and Tools" lalu klik "View and print detailed Performance and system information" lalu lihat di bagian "64-Bit capable" apabila "Yes" berarti komputer anda support untuk menggunakan 64-Bit.

Mari melihat Kelebihan dan Kekurangannya


Kelebihan dari sistem 64-bit

Kita dapat menambah RAM memori secara gila-gilaan. Berapa lagi?
Windows versi 32-bit atau sistem operasi sejenisnya mempunyai kapasitas RAM terbatas, yaitu hanya sampai 4096MB atau 4GB. Sedangkan untuk 64-bit, secara teoritis mampu mendukung sistem RAM kurang lebih sekitar 17 Milyar GBs. Namun secara realistis, karena masalah perizinan dan bukan karena masalah keterbatasan fisik, Windows 7 Home Edition memiliki keterbatas sistem RAM yang hanya mampu mendukung 16 GB, sedangkan Windows 7 Professional dan Ultimate mampu mendukung hingga 192 GB RAM.

Peningkatan efesiensi.
Bukan hanya bisa meningkatkan sistem RAM pada sistem kita (tergantung juga motherboard), komputer 64-bit juga dapat lebih efisien dalam hal penggunaan RAM tersebut. Karena sifat dari sistem alamat 64-bit dan bagaimana Windows 64-bit dapat mengalokasikan memori sehingga kita dapat melihat hanya sedikit sistem memori kita yang digunakan oleh sistem sekunder, seperti video card. Meskipun kita hanya memasang jumlah RAM secara double, tetapi terasa lebih dari itu karena efisiensi-nya sistem baru tersebut.

Meningkatnya alokasi virtual memori per proses. Dibawah arsitektur 32-bit, Windows memiliki keterbatasan penggunaan memori untuk menjalankan aplikasi yaitu hanya sampai 2 GB saja, sedangkan game modern, aplikasi photo dan video editing serta aplikasi lainnya membutuhkan memori yang sangat besar. Dengan sistem 64-bit, semua itu bisa diatasi, sehingga secara teoritis kemampuannya dapat ditingkat hingga lebih dari 8TB virtual memori. Itu lebih dari cukup untuk editing Photoshop dan sesi Crysis. Pada penggunaan dan alokasi memori yang lebih efisien diatas, aplikasi-aplikasi dioptimalkan untuk sistem operasi 64-bit, seperti Photoshop dan VirtualBox, yang super cepat dan mengambil keuntungan penuh dari keleluasaan memori dan prosesor yang diberikan kepada mereka.

Nikmati kelebihan sistem keamanannya.
Windows 64-bit dengan prosesor modern 64-bit memiliki sistem proteksi atau keamanan tambahan yang tidak tersedit di versi 32-bit. Sistem keamanan ini termasuk hardware D.E.P serta Kernel Patch Protection yang akan melindungi kita terhadap eksploitasi kernel, dan driver-driver yang harus sah secara digital yang dapat menahan driver tersebut dari infeksi virus.

Kerugian komputer 64-bit yang bisa dijadikan bahan pertimbangan:

Kita tidak dapat menemukan driver 64-bit untuk perangkat yang sudah tua meskipun perangkat tersebut sangat penting. Ini merupakan masalah serius, tapi jika hardware yang kita pakai diproduksi pada 1 atau 2 terakhir maka kita tidak akan menemui kesulitan, karena banyak vendor yang menyediakan driver versi 64-bit. Berbeda dengan hardware yang sudah tua, karena para vendor lebih banyak menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mendukung produk barunya dari pada menghabiskan waktu dan biaya untuk mendukung produk lama. Mungkin ini tidak akan masalah untuk mengganti atau meng-upgrade perangkat yang kecil-kecil, tapi bagaimana dengan perangkat yang membutuhkan biaya besar. Nah, hal ini harus menjadi bahan pertimbangan tersendiri.

Motherboard kita tidak mendukung memori RAM lebih dari 4GB.
Meskipun jarang ataupun tidak terdengar memiliki motherboard yang akan mendukung prosesor 64-bit dari awal, tapi tidak akan mendukung memori RAM lebih dari 4GB. Dalam hal ini, kita masih bisa mendapatkan keuntungan dari prosesor 64-bit tapi kita tidak akan mendapatkan kelebihan-kelebihan seperti yang selama ini didambakan, yaitu akses lebih ke memori. Namun, harga perangkat keras begitu murah akhir-akhir ini, dan mungkin memang saatnya pensiun untuk motherboard lama dan meng-upgrade-nya pada saat bersamaan dengan upgrade OS.

Software legal atau masalah software yang berhubungan dengannya. Tidak semua software beralih ke 64-bit. Tidak seperti Windows versi sebelumnya, Windows 7 64-bit tidak semuanya mendukung aplikasi 16-bit. Jika secara kebetulan kita masih bisa menjalankan aplikasi lama secara legal, maka lupakan untuk meng-upgrade-nya. Karena aplikasinya 64-bit bukan berarti plugin dan extention-nya juga bisa berjalan di 64-bit. Photoshop dan FireFox contohnya, adalah aplikasi yang secara umum mengalami masalah seperti itu. Aplikasi tersedia untuk 64-bit tapi plugin-nya tidak mampu, padahal plugin tersebut juga penting.

Jadi kalian akan menggunakan 32-Bit apa 64-Bit?

edit sumber asli : afadlillah.wordpress.com

Apa Itu OS Backtrack

backtrack-5-blue.jpg

Oke teman-teman sudah pada tau kan "Apa itu Linux" dan "Perbedaan Linux dengan Windows" ?
Kali ini membahas "Apa itu OS Backtrack" dan berikut sejarah dimulainya backtrack..

Sejarah

Backtrack dibuat oleh Mati Aharoni yang merupakan konsultan sekuriti dari Israel. Jadi merupakan kolaborasi komunitas. Backtrack sendiri merupakan merger dari whax yang merupakan salah satu distro Linux yang digunakan untuk tes keamanan yang asal dari whax sendiri dar Knoppix. Ketika Knoppix mencapi versi 3.0 maka dinamakan dengan whax. Whax dapat digunakan untuk melakukan tes sekuriti dari berbagai jaringan di mana saja. Max Mosser merupakan auditor security collection yang mengkhususkan dirinya untuk melakukan penetrasi keamanan di Linux. Gabungan dari auditor dan Whax ini sendiri menghasilkan 300 tool yang digunakan untuk testing security jaringan. Auditor security collection juga terdapat pada knoppix.
Namun, sejak rilis ke-4 hingga rilis yang terbaru ini, BackTrack sudah tidak lagi menggunakan basis Knoppix. BackTrack kini menggunakan basis Ubuntu.
BackTrack telah memasuki versi 5 R2 dengan kernel 3.2.6

Tools

BackTrack menyediakan akses mudah untuk tools komprehensif yang berhubungan dengan keamanan, mulai dari Port Scanner sampai Password Scanner. Dukungan fungsi Live CD dan Live USB mengijinkan pengguna untuk me-boot BackTrack secara langsung dari media penyimpan portabel tanpa harus melakukan penginstallan pada Hardisk secara permanen.

BackTrack berisi banyak tools keamanan yang terkenal yaitu:
  • Metasploit Iintegration (Non-Working and Officially Unsupported)
  • RFMON Injection capable wireless drivers
  • Airmon-NG
  • Kismet
  • Nmap
  • Ophcrack
  • Ettercap
  • Wireshark (formerly known as Ethereal)
  • BeFF (Browser Exploitation Framework)
  • Hydra
  • OWASP Mantra Security Framework collection of hacking tools, add-ons and scripts based on Firefox
  • Cisco OCS Mass Scanner A very reliable and fast scanner for Cisco routers with telnet/enable default password.
  • Quypt (Terminal Emulator) (software pribadi oleh Crimson Hacking group, yang telah dimasukan ke bagian utama) Blackhat
  • Banyak kumpulan exploits serta software yang lebih umum seperti browsers.
BackTrack membagi tools menjadi 12 kategori:
  • Information Gathering
  • Vulnerability Assessment
  • Exploitation Tools
  • Privilege Escalation
  • Maintaining Access
  • Reverse Engineering
  • RFID Tools
  • Stress testing
  • Forensics
  • Reporting Tools
  • Services
  • Miscellaneous

Tanggal Rilis
TanggalRilis
5 Februari 2006BackTrack v.1.0 Beta
26 Mei 2006Proyek BackTrack dirilis pertama kali versi non-beta (1.0).
6 Maret 2007BackTrack 2 final released.
19 Juni 2008BackTrack 3 final released.
9 januari 2010BackTrack 4 final release. (Now based on Ubuntu)
8 Mei 2010BackTrack 4 R1 release
22 November 2010BackTrack 4 R2 release
10 Mei 2011BackTrack 5 release (Based on Ubuntu 10.04 LTS, Linux kernel 2.6.38 )
18 Agustus 2011BackTrack 5 R1 release (Based on Ubuntu 10.04 LTS, Linux kernel 2.6.39.4)
1 Maret 2011BackTrack 5 R2 release (Linux kernel 3.2.6)

Nah sekarang kalian tau kan "Apa itu OS Backtrack"..

Tunggu posting AfnyH~Blog selanjutnya..
 sumber:wikipedia 

Apa Perbedaan Linux dengan Windows

linux.jpgwindowslogo.jpg
Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk memperbandingkan keduanya……. Linux dan Windows: Pandangan Pengguna Komputer

1 Pendahuluan

Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk memperbandingkan keduanya. Perbedaan pokok ada pada posisi titik awal perkembangannya. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi tasking dan multi usernya. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server sementara Windows dirancang sebagai sistem operasi untuk komputer personal.
Dalam perkembangannya, di satu pihak Windows menyatu dengan garis produksi server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak, masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface grafis di Linux, kita mulai bisa melihat kesetaraan Windows dan Linux yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.
Populernya produk Cygwin (salah satu platform terkemuka untuk porting sistem berbasis Linux ke Windows) membuktikan adanya “kekurangan” pada system Windows dilihat dari kacamata pengguna Linux. Sementara itu pengguna Windows melihat tidak adanya Microsoft Office sebagai salah satu kekurangan dari Linux. Dokumen singkat ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam penggunaan komputer dengan sistem operasi Windows dan Linux. Alur tulisan dimulai dengan memperbandingkan sistem operasi diikuti dengan program-program aplikasi yang pernah digunakan penulis.

2 Sistem Operasi Linux dan Windows

Dalam memperbandingkan kedua sistem operasi ini, sering terjadi kerancuan pada aspek yang diperbandingkan antara sistem operasi dengan aplikasi-aplikasinya. Sebagai contoh, paket sistem Windows hanya memuat program aplikasi minimal: game soliter, window/internet explorer, utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write. Di dalam paket sistem Linux biasa, kita bisa menemui hampir semua program aplikasi Linux yang ada di dunia ini. Dengan demikian, instalasi suatu paket Linux (SuSE, RedHat, Mandrake, Debian, atau Slackware) bisa disetarakan dengan instalasi Windows, Office, Corel Draw, Adobe Photoshop, Visual Basic, Microsoft C++, SPSS, MSSQL sekaligus dalam hal kelengkapan program-program aplikasinya.

2.1 Pengoperasian Server vs Personal

Sebagai sistem operasi server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan dalam pengoperasiannya. Sebagai sistem operasi personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu. Pencegahan “memory leak” di Linux mendapat porsi pehatian yang lebih besar dibanding pada Windows. Artinya, ketersediaan porsi memori yang bisa digunakan boleh berkurang pada Windows karena toh dalam waktu tidak lama sistem akan dijalankan mulai dari awal lagi.

2.2 Proteksi Sistem

Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem. Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pengguna Windows akan merasa sangat terbatasi apabila dihadapkan pada sistem Linux sebagai user biasa.
Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, kita bisa dapatkan hak akses segalanya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak kita temui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).

2.3 Manajemen Proses

Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar proses-proses tersebut. Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses sedang berjalan; mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenali sebagian besar dari proses-proses tersebut.

3 Aplikasi

Untuk menentukan pilihan sistem operasi, kita harus punya rencana penggunaan sistem tersebut. Jika komputer direncanakan akan digunakan untuk menjalankan game-game tertentu, Windows tentulah pilihan yang tidak bisa dihindari karena game-game itu bisa saja menpersyaratkan sistem operasi Windows untuk bisa jalan. Jika komputer akan kita gunakan untuk membantu pekerjaan maka ketersediaan program aplikasi harus penjadi pertimbangan utama, bukan sistem operasinya.

3.1 Aplikasi Perkantoran

Microsoft mengelompokkan program-program aplikasi perkantoran dalam satu paket yang dikenal dengan merek dagang Office. Program-program tersebut adalah: Word (penyusun naskah dokumen), Exel (spreadsheet, pengolah tabel), dan PowerPoint (penyusun presentasi). Sepengetahuan penulis, Office hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows (sangat boleh jadi ada pula versi yang bisa jalan di MacOS).
Untuk melakukan tugas yang biasa dikerjakan dengan Office, di Linux tersedia OpenOffice. Pilihan saat ini harus dibuat sebagaimana pilihan pernah dibuat pada saat pengguna dihadapkan pada program aplikasi WordStar (WS) dan WordPerfect (WP). Jawabanya sudah kita amati: pengguna WS enggan menggunakan WP sebaliknya mereka yang sudah terbiasa dengan WP enggan menggunakan WS. Di Indonesia, pengguna OpenOffice belum banyak sehingga kalaulah tidak ada pertimbangan lain, orang akan tetap setia dengan Office meskipun tawaran fitur OpenOffice tidak kalah dengan Office.

3.2 Aplikasi Pengembangan Sistem

Ada kecenderungan pengambangan sistem aplikasi komputer saat ini diarahkan untuk bisa dijalankan dengan user interface berbasis web. Karena sifat aplikasi berbasis web lebih berat di server, maka Linux unggul terlebih dahulu dalam bidang ini. Site www.opensource.org mengungkapkan bahwa Apache dijalankan lebih dari 50% web siste didunia. Program-program aplikasi berbasis web banyak dijalankan dengan Perl dan BIND dan sendmail merupakan program servis internet paling banyak dominan didunia. Namun demikian, Apache, Perl, BIND, dan sendmail meskipun erat hubungannya dengan Linux, terutama dalam hal sesama produk opensource, tidak harus berjalan di Linux. Program-program itu sekarang pun juga banyak dijalankan orang di Windows.
Untuk pemrograman masalah-masalah sains, penulis menemui kebanyakan pengguna Windows tidak berkeberatan untuk bekerja dengan Linux. Pada umumnya mereka menggunakan kompiler Pascal dan Fortran yang justru akan terasa lebih natural apa bila dijalankan di Linux. Kebanyakan pengguna program-program Pascal/Fortran merasa nyaman di Linux karena terbebas dari permasalahan keterbasaran memori dsb.

3.3 Aplikasi Disain Grafis

Adobe Photoshop dan Corel Draw adalah dua program aplikasi untuk membantu disain grafis yang dapat kita temui di hampir semua rumah produksi grafis di Indonesia. Kedua program aplikasi tersebut dirancang untuk jalan di Windows. Corel bereksperimen dengan mengeluarkan produk Linux namun akhir-akhir ini tidak lagi mendukung proyel Corel Linux tersebut. Di Linux, kita bisa Gimp dan Kontour untuk melakukan kerja disain grafis. Persoalannya sama dengan Office, pilihan penggunaan progam aplikasi disain grafis akan kembali pada masalah kebiasaan. Mereka yang sudah terbiasa menggunakan Photoshop atau Corel Draw tidak akan begitu saja mau menggunakan Gimp dan Kontour, seberapapun keunggulan kedua produk “baru” tersebut, apa bila tidak ada hal lain yang memaksa.

3.4 Aplikasi Multi Media

Aplikasi multi media adalah aplikasi yang paling banyak menuntut penggunaan peralatan komputer secara penuh. Secara umum, sifat personal dari Windows lebih cocok untuk menjalankan program-program multimedia dibanding sifat multiuser dar Linux. Pada dasarnya kita tidak keberatan dengan tertundanya eksekusi proses komputasi beberapa detik, tetapi proses multi media (seperti musik dan filem) tidak boleh terputus barang sedetikpun. Namun demikian, dengan berkembangnya kecepatan hardware, banyak program aplikasi multi media bisa dijalankan di Linux dengan kualitas yang dapat diterima.

3.5 Aplikasi Statistik

SPSS adalah program yang paling banyak digunakan untuk pengolahan data-data statistik. Di Linux kita bisa menggunakan R-base untuk melakukan pekerjaan serupa. Karena R menggunakan sintaks yang sama dengan S-plus yang jalan di Windows, maka pengguna S tidak akan menemui kesulitan dalam penggunaan R namun demikian sebagaimana keengganan pengguna SPSS menggunakan S, mereka enggan pula menggunakan R.

4 Hak Atas Kekayaan Intelektual

Hak atas kekayaan intelektual sering disebut sebagai masalah utama bagi Indonesia, dalam hal Sistem Operasi Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya; kepemilikan lisensi merupakan sarat mutlak untuk penggunannya. Harga lisensi (rata-rata $200 USD) di barat bisa jadi hanya sekitar 20 % dari gaji bulanan (rata-rata $1000 USD). Sementara itu dengan gaji Rp. 2juta rupiah, angka $ 200 menyamai penghasilan bulanan itu sendiri. Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut.

5 Kesimpulan

Windows berkembang menjadi sistem operasi dengan disiplin modern sebagaimana yang diterpkan NT sehingga menjadi XP seperti yang kita lihat sekarang. Linux melengkapi dirinya dengan window manager yang semakin cantik untuk menarik perhatian pengguna komputer personal.
Program-program aplikasi di Linux sudah mencapai taraf matang untuk digunakan sebagaimana layaknya program-program aplikasi komersial yang biasa ada di Windows.
Migrasi pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih ke Linux.
Kesusesan Linux di Indonesia meraih perhatian dari pengguna komputer bergantung pada kesuksesan pihak yang berwajib dalam mengkampanyekan penghormatan pada hak atas kekayaan intelektual.
sumber : pravantio.wordpress.com

Apa Itu Linux

linux.jpg

Mari kita bahas "Apa itu Linux"

Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis


Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program. Lisensi lengkap dari GNU, dapat Anda baca di Lampiran III. Penerjemahan lisensi GNU ke dalam Bahasa Indonesia, saat buku ini disusun masih dilakukan.
Catatan :
Literatur lengkap tentang GNU dapat Anda baca di situs web mereka yaitu http://www.gnu.org.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Anda dapat memperoleh Linux tanpa harus membayar sama sekali. Jika Anda harus membayar tiap kali instal perangkat lunak di lain komputer, maka dengan Linux Anda dapat menginstalnya dimana saja tanpa harus membayar lisensi.Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika.
Jika perangkat lunak komersial tidak memperkenankan Anda untuk mengetahui kode sumbenya maka Anda tidak akan pernah tahu apakah program yang Anda beli dari mereka itu aman atau tidak (sering disebut security by obscurity). Hidup Anda di tangan para vendor. Dan jika ada pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, Anda dapat meneliti kode sumbernya langsung, bersama dengan pengguna Linux lainnya. Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu pula para programmer akan memperbaiki programnya. Anda sendiri juga yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, Anda bisa memodifikasi sesukanya, bahkan hingga mesin sekalipun, untuk memperoleh bentuk yang diinginkan.
Keterbukaan kode sumber juga memungkinkan sistem operasi berkembang dengan pesat. Jika sebuah program dengan sistem tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling banyak sekitar seribu hingga lima ribu orang. Sedangkan Linux, dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih cepat diketahui dan program penambalnya (patch) lebih cepat tersedia. Pendekatan pengembangan sistem operasi ini disebut Bazaar. Kebalikannya sistem Chatedraal sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu atau dua pengembang saja.
Sebagai tambahan, Linux menyediakan bahasa pemrograman gratis, lengkap dengan kompilernya, maupun program pembantunya. Beberapa diantaranya adalah :
  • ADA
  • BASIC
  • C
  • C++
  • Expect
  • FORTRAN
  • GTK, untuk membuat aplikasi GUI di Linux
  • PASCAL
  • Phyton
  • Skrip Shell
  • TCL
  • Perl (The Practical Extraction and Report Language), sering dipakai untuk membuat skrip CGI di web.
sumber : http://sdn.vlsm.org

Kali Linux Live USB Install

Booting and installing Kali from a USB stick is our favorite and fastest method of getting up and running. In order to do this, we first need to create the Kali ISO image on a USB drive. If you would like to add persistence to your Kali Linux USB stick, please read the full document before proceeding to create your image.

Preparing for the USB copy

  1. Download Kali linux.
  2. If running Windows, download Win32 Disk Imager.
  3. No special software is needed for a *nix OS.
  4. A USB Key (at least 2GB capacity).

Kali Linux Live USB Install Procedure

Imaging Kali on a Windows Machine

  1. Plug your USB stick into your Windows USB port and launch the Win32 Disk Imager software
  2. Choose the Kali Linux ISO file to be imaged and verify that the USB drive to be overwritten is the correct one.
  3. kali-usb-install-windows
  4. Once the imaging is complete, safely eject the USB drive from the Windows machine. You can now use the USB device to boot into Kali Linux.

Imaging Kali on a Linux Machine

Creating a bootable Kali Linux USB key in a Linux environment is easy. Once you’ve downloaded your Kali ISO file, you can use dd to copy it over to your USB stick as follows:
WARNING. Although the process of imaging Kali on a USB stick is very easy, you can just as easily destroy arbitrary partitions with dd if you do not understand what you are doing. Consider yourself warned.
  1. Plug in your USB device to your Linux computer’s USB port.
  2. Verify the device path of your USB storage with dmesg.
  3. Proceed to (carefully!) image the Kali ISO file on the USB device:
 dd if=kali.iso of=/dev/sdb bs=512k
That’s it, really! You can now boot into a Kali Live / Installer environment using the USB device.

Adding Persistence to Your Kali Live USB

Adding persistence (the ability to save files and changes across live boots) to your Kali Linux image can be very useful in certain situations. To make your Kali Linux USB stick persistent, follow these steps. In this example, we assume our USB drive is /dev/sdb. If you want to add persistence, you’ll need a larger USB device than we listed in our prerequisites above.
  1. Image the Kali Linux ISO to your USB stick as explained above, using the “Linux Method” and dd.
  2. Create and format an additional partition on the USB stick. In our example, we use gparted by invoking:

     gparted /dev/sdb
  3. Your current partitioning scheme should look similar to this:

    usb-persistence-basic-partitioning
  4. Proceed to format a new partition of your desired size to be used for persistence. In our example, we used all the remaining space available. Make sure the volume label of the newly created partition is persistence, and format it using the ext4 filesystem.
    usb-persistence-creating-partition
  5. Once the process is complete, mount your persistence USB partition using the following commands:

     mkdir /mnt/usb
     mount /dev/sdb2 /mnt/usb
     echo "/ union" >> /mnt/usb/persistence.conf
     umount /mnt/usb
  6. Plug the USB stick into the computer you want to boot up. Make sure your BIOS is set to boot from your USB device. When the Kali Linux boot screen is displayed, select “Live boot” from the menu (don’t press enter), and press the tab button. This will allow you to edit the boot parameters. Add the word “persistence” to the end of the boot parameter line each time you want to mount your persistent storage.
    usb-persistence
sumber : docs.kali.org

Kali Linux Hard Disk Install

Kali Linux Installation Requirements

Installing Kali Linux on your computer is an easy process. First, you’ll need compatible computer hardware. Kali is supported on i386, amd64, and ARM (both armel and armhf) platforms. The hardware requirements are minimal as listed below, although better hardware will naturally provide better performance. The i386 images have a default PAE kernel, so you can run them on systems with over 4GB of RAM. Download Kali Linux and either burn the ISO to DVD, or prepare a USB stick with Kali Linux Live as the installation medium. If you do not have a DVD drive or USB port on your computer, check out the Kali Linux Network Install.

Installation Prerequisites

  • A minimum of 8 GB disk space for the Kali Linux install.
  • For i386 and amd64 architectures, a minimum of 512MB RAM.
  • CD-DVD Drive / USB boot support

Preparing for the Installation

  1. Download Kali linux.
  2. Burn The Kali Linux ISO to DVD or Image Kali Linux Live to USB.
  3. Ensure that your computer is set to boot from CD / USB in your BIOS.

Kali Linux Installation Procedure

  1. To start your installation, boot with your chosen installation medium. You should be greeted with the Kali Boot screen. Choose either Graphical or Text-Mode install. In this example, we chose a GUI install.

    Kali Install
  2. Select your preferred language and then your country location. You’ll also be prompted to configure your keyboard with the appropriate keymap.

    localechooser_languagelist_0
  3. The installer will copy the image to your hard disk, probe your network interfaces, and then prompt you to enter a hostname for your system. In the example below, we’ve entered “kali” as our hostname.

    netcfg_get_hostname_0
  4. Enter a robust password for the root account.

    kali-linux-install-02
  5. Next, set your time zone.

    time_zone_0
  6. The installer will now probe your disks and offer you four choices. In our example, we’re using the entire disk on our computer and not configuring LVM (logical volume manager). Experienced users can use the “Manual” partitioning method for more granular configuration options.

    partman-auto_init_automatically_partition_0
  7. Next, you’ll have one last chance to review your disk configuration before the installer makes irreversible changes. After you click Continue, the installer will go to work and you’ll have an almost finished installation.

    kali-linux-install-03
  8. Configure network mirrors. Kali uses a central repository to distribute applications. You’ll need to enter any appropriate proxy information as needed.

    NOTE! If you select “NO” in this screen, you will NOT be able to install packages from Kali repositories.
    kali-linux-install-04
  9. Next, install GRUB.

    kali-linux-install-05
  10. Finally, click Continue to reboot into your new Kali installation.

    finish-install_reboot_in_progress_0

Post Installation

Now that you’ve completed installing Kali Linux, it’s time to customize your system. The Kali General Use section of our site has more information and you can also find tips on how to get the most out of Kali in our User Forums.

sumber : docs.kali.org